Friday, 14 September 2012

Sleeping Dogs Complete Review

Review game kali ini adalah Sleeping Dogs! Review kali ini merupakan review yang ditulis oleh seorang reviewer handal dari Gamexeon. Denny Aryadi  yang mana telah menelurkan banyak review game di Gamexeon. Check it out :)

Sleeping Dogs (3 discs + 2 discs update v.15)


Tidak ada yang lebih indah dibanding menikmati pemandangan eksotis kota Asia yang penuh gemerlap lampu di malam hari. Keramaian penduduk yang mengisi setiap sudut kota seakan membelah keheningan malam. Seperti kota Hong Kong, salah satu kota di Asia yang terkenal dengan gedung-gedung pencakar langit, jumlah penduduk, dan tak ketinggalan anggota geng Triad yang lebih kejam dari preman Tanah Abang. Bakal seseru apa Sleeping Dogs mampu menggambarkan kehidupan di kota Hong Kong? Gamexeon akan mengupas gamenya dalam review berikut.

STORYLINE



Seperti yang sudah kalian tahu, dalam game Sleeping Dogs kalian akan memerankan agen polisi rahasia, Wei Shen yang baru saja kembali dari Amerika dan ditugaskan untuk menyusup di tengah-tengah salah satu geng Triad bernama Sun On Yee. Shen memiliki latar belakang yang sama dengan teman semasa kecilnya di Hong Kong, Jackie Ma yang merupakan anggota Triad kelas rendah. Dari situlah awal Shen menyusup dan menjadi salah satu anggota Sun On Yee. Organisasi Triad identik dengan sumpah anggota, loyalitas, dan persaudaraan yang kuat. Satu sama lain anggotanya akan saling membantu “keluarganya” baik di saat senang maupun susah. Itulah kode etik yang mereka tekankan. Lalu bagaimana respon Shen dalam menjalankan misinya sebagai polisi? Apakah ia akan semakin loyal dan mengikuti kode etik dari Sun On Yee, atau malah memegang teguh tugasnya sebagai polisi rahasia yang bertugas menghancurkan Sun On Yee dari dalam?

GAMEPLAY



Seperti yang pernah diulas pada artikel preview Sleeping Dogs di Gamexeon beberapa waktu lalu, game bergenre open-world, third person shooter, action, role playing ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan game bergenre serupa. Namun beberapa hal yang menjadikan Sleeping Dogs terlihat memiliki ciri khas di antara game serupa adalah:

Sistem beladiri di Sleeping Dogs dirancang dengan cukup rapi, dengan berbagai gerakan jurus beladiri yang apik Sleeping Dogs mampu menyuguhkan pertempuran yang seru. Perhatikan saja ketika Wei Shen mengeluarkan jurus-jurus Kung Fu menggunakan pakaian seperti Bruce Lee atau Ip Man membuat segerombolan Triad habis dihajar hingga babak belur.
Ketiga macam sistem XP dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda. Face XP akan meningkatkan reputasi Shen dan nantinya akan dapat membuka beberapa kemampuan khusus yang dapat dimilikinya. Triad XP lebih banyak berperan pada kemampuan beladiri Shen. Triad XP juga akan semakin brutal diiringi dengan latihan melee yang akan menambah jurus-jurus pamungkas Shen yang diperoleh dari guru beladirinya. Sementara Police XP lebih berperan pada kemampuan Shen sebagai polisi seperti keahlian menggunakan senjata api, dan sebagainya. Banyaknya faktor perk tersebut tentunya semakin menambah keasyikan bermain Sleeping Dogs.
Tidak hanya menjalankan misi utama dan sampingan semata, setiap detil di Sleeping Dogs sangat diperhatikan. Mulai dari cuci muka, buang air kecil, hingga membeli barang-barang dan perabot lainnya untuk apartemen pun kamu juga bisa. Di samping itu karakter dalam game ini didesain seinteraktif mungkin dengan lingkungannya. Adegan kejar-kejaran yang intens di tengah keramaian para pejalan kaki benar-benar membuat Sleeping Dogs mirip seperti film action Hong Kong.
Untuk semakin memperkuat Shen dalam membela dirinya, kamu dapat memanfaatkan item-item di sekitarmu untuk meningkatkan performa Shen sementara waktu. Seperti energy drink yang akan memperkuat damage pukulanmu, teh herbal yang mempercepat regenerasi stamina, makanan seperti bebek panggang untuk mengurangi damage yang kamu terima, dan sebagainya.

Satu hal yang harus dicermati, mengacu dari berbagai forum yang membahas game ini, Sleeping Dogs masih memiliki kekurangan minor yang sebetulnya cukup mengganggu karena jumlahnya sendiri yang lebih dari satu. Kerap terjadi freeze, karakter terjepit di sudut obyek, dan berbagai glitch lainnya. Berharap saja semoga United Front Games segera merilis patch agar pengalaman bermainmu tidak lagi terganggu.

GRAPHIC



Kalau dibuat perbandingan, Sleeping Dogs di console memiliki kualitas grafis yang sedikit lebih baik dibanding game saingannya seperti GTA IV. Namun bedanya grafis yang dimiliki Sleeping Dogs masih lebih bersifat ke arah kartun dibanding photorealism. Tenang saja, hal ini tidak akan mengurangi keindahan kota Hong Kong di Sleeping Dogs kok. Bahkan kamu akan semakin merasa memang benar-benar sedang berada di Hong Kong karena begitu mulai gelap, kamu akan disuguhi dengan gemerlap lampu kota Hong Kong disertai keramaian penduduknya. Mau berjalan-jalan di tengah pasar malam yang terang benderang dengan lampu neon toko-toko di sekitarnya? Atau pergi ke Victoria Peak menyaksikan landscape kota Hong Kong dari atas bukit? Atau kamu lebih suka naik kapal pesiar dan menikmati gemerlap gedung-gedung pencakar langit dari laut di malam hari? Cara apapun dapat kamu lakukan untuk menikmati keindahan kota Hong Kong dalam Sleeping Dogs. Kualitas grafis game ini akan lebih maksimal jika kamu memainkan versi PC-nya.

SOUND



Seperti yang sudah disebutkan dalam poin gameplay, United Front Games tidak hanya memperhatikan detil pada gameplay semata namun begitu juga pada audio dalam game ini. Suara pedagang memotong ayam & ikan di atas talenan, dialek cantonese (baca:sumpah serapah) yang muncul dari pejalan kaki yang hampir kamu tabrak, derap kaki Wei Shen yang melangkah di berbagai macam obyek, semuanya disajikan dengan begitu detil. Dengan radio yang juga menyajikan musik mellow khas musik Asia, coba bayangkan ketika kamu mendengarkan lagu tersebut di tengah deru mesin mobil yang sedang melaju kencang membelah heningnya kota Hong Kong di bawah hujan deras. Adegan drama yang sering ditemui dalam film drama Asia dan konon disukai oleh para wanita ini dibalut rapi dengan konsep cerita yang dalam. Terkesan berlebihan? Tidak juga, karena itulah kesan yang akan kamu dapat dari game ini. Akan sangat menyenangkan untuk bermain sambil menggunakan headset karena bakal lebih membuatmu menjiwai :p

REPLAYABILITY



Selain misi utama, tentu kamu akan disuguhi dengan berbagai misi sampingan seperti menolong orang lain yang dapat meningkatkan Face XP mu, melakukan balapan liar menggunakan motor maupun mobil dengan kelas yang berbeda-beda, membajak kendaraan yang sedang melintas, mencari collectible item yang bertebaran di segala penjuru 4 distrik kota Hong Kong, dan masih banyak lagi hal yang akan menyibukkanmu ketika sedang tidak menjalankan misi utama.

LONGEVITY

Untuk menyelesaikan misi utama sebenarnya tidaklah lama. Dibutuhkan waktu setidaknya kurang dari 15 jam untuk menamatkan game ini. Namun dengan berbagai misi sampingan yang tidak kalah menarik, diperlukan waktu kurang lebih 3 hari dengan lama waktu bermain 7-8 jam per harinya untuk benar-benar menyelesaikan game ini secara sempurna (termasuk mendapatkan semua trophy/achievement di dalamnya).

CONCLUSION



Sleeping Dogs sukses membawakan arti kerasnya kehidupan, betapa sulitnya mengambil keputusan yang diyakini benar dalam hidup, dan tentu saja arti dari persaudaraan yang seharusnya tidak memandang status sosial seseorang dari apa yang dilakukannya. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari game ini. Jadi apakah kamu sudah siap menjadi polisi rahasia yang harus mengkhianati saudara seorganisasimu, atau justru sebaliknya?



"PROVE IT THAT YOU ALSO CAN BARK & BITE AT YOUR ENEMY RATHER THAN JUST BEING A SLEEPING DOG."

Original Link

Roccat Arvo Complete Review



Hello guys! Gaming gear yang akan direview kali ini adalah Keyboard Gaming Roccat Arvo! Kali ini review dibuat oleh seorang teman saya yang memang sudah ahli dalam mereview hardware. Leonard Putra! So, here we go. Roccat Arvo Review.

===================================================================

Unboxing
Arvo Packaging

Back of the Box

Unboxing
Accessory Included

Roccat Arvo adalah salah satu dari keluarga Roccat SDMS (Smart Desktop Management System) yang menurut Roccat, SDMS bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ruang di desktop kita sehingga menghasilkan performa gaming yang optimal dan ergonomis.






Bisa kita lihat disini bahwa keyboard gaming yang satu ini memang terlihat berbeda dari keyboard gaming lainnya, satu perbedaan yang paling mencolok yaitu hilangnya tombol dedicated untuk arrow keys, jejeran tombol insert, delete, dsb. pun ikut hilang.
Tapi tidak usah khawatir karena Roccat telah menyediakan solusi jitu yaitu Dual Assignment Numpad.

Dengan menekan tombol Mode yang terdapat pada bagian kanan atas keyboard, seketika numpad yang tersedia berubah fungsi menjadi arrow keys dan tombol tombol yang hilang tadi. Bagusnya lagi, beberapa tombolnya memiliki backlight, alias bisa nyala, sehingga kita bisa dengan mudah mengetahui mode mana yang aktif, bahkan dalam kondisi gelap sekalipun. Keyboard compact ini jelas tidak memakan tempat banyak, sekitar 20-30% space di dekstop kita bisa di hemat, sangat cocok untuk yang punya ruang desktop terbatas (anak kos contohnya :P)

Accessory

Di dalam packaging Roccat Arvo, terdapat aksesoris sebagai berikut:



Dari kiri ke kanan:
-> Roccat Arvo CD Driver, manual dalam bentuk PDF dan Roccat Stuff (wallpaper, trailer video, dll.)
-> Roccat Arvo Quick Installation Guide, buku manual yang cukup sederhana (ga terlalu penting buat dibaca :P)
-> Roccat Case: Inari, cerita gitu dari Roccat, bisa dilihat di sini. Menariknya, di belakang buku ini terdapat semacam "Credit Card" berisi serial number Roccat Gaming ID.

Tidak terlihat adanya aksesoris lain yang bisa menunjang gaming experience kita selain buku buku manual dan cd driver tersebut. Aksesoris yang cukup standar (kalo ga mau dibilang pelit :P) menurut saya untuk ukuran keyboard gaming sekelas Roccat.

Build Quality & Appearance

Kesan pertama saat melihat dan memegang keyboard ini yaitu kokoh dan berat!
Kualitas material yang digunakan sangat baik, Roccat Arvo mengusung material plastik yang kokoh beserta metal plate yang membuatnya stabil saat diletakkan di meja.

Tulisan Roccat yang di emboss ke body keyboard dapat terlihat jelas di kanan atas keyboard.



Pada gambar ini juga dapat terlihat bahwa jenis printing pada keycap keyboard ini menggunakan metode pad printing. Yang mana merupakan metode printing keycap yang paling umum dan low cost. Tidak jadi masalah, selama ini saya memakai keyboard dengan keycap seperti ini dan tetap tahan lama.

Berikut tombol arrow yang memiliki LED backlight saat mode gaming diaktifkan.

Backlight berwarna biru yang cukup soft dan nyaman di mata. Pada tombol 1 dan 3 juga terdapat macro keys tambahan (yang akan dibahas nanti).
Backlight pada keadaan mode numpad standar, tidak terlalu kelihatan arrow keys nya.
Backlight pada keadaan gaming dengan kondisi minim cahaya, tombol arrow dapat terlihat jelas dan membuat keyboard ini "garang" meskipun tidak fully backlighted.
Tombol Mode di pojok kanan atas keyboard juga memiliki LED backlight, hanya nyala saat mode numpad diaktifkan.


Tombol caps lock juga memiliki LED yang berwarna sama dengan arrow keys, hanya saja sedikit lebih terang.

Jadi ada total 5 LED backlighted keys di keyboard ini, memang terdengar sedikit dibandingkan keyboard gaming lainnya, tapi tetap it's better than never.

Fitur unggulan lainnya di keyboard ini adalah 3 Thumbster keys + 2 Macro keys tambahan.
Apa itu Thumbster Keys? Thumbster Keys adalah 3 deretan tombol macro yang terdapat di bagian bawah tombol spasi seperti yang kita dapat lihat pada gambar berikut:



Tombol ini sangat berguna dimana kita dapat menjalankan macro yang telah kita set sebelumnya, tanpa meninggalkan tombol WASD sedikitpun. Jempol kita jelas jadi lebih "berguna" dibanding cuma dipakai menekan spasi saja. Gampang ga sengaja kepencet ga tuh? Bagusnya, nggak, karena tombol ini lebih clicky dan lebih "berat" untuk ditekan dibandingkan tombol lainnya .
Lalu dimana letak 2 macro keys tambahannya? Kalau kamu baca dari atas tadi, pasti tau letaknya, yaitu pada numpad nomor 1 dan 3.

Bagian depan keyboard telah kita ulas semuanya  Sekarang mari kita lihat bagian belakangnya. 



 Pada bagian belakang keyboard, terlihat jelas rubber feet yang cukup besar, dijamin keyboard tidak akan slip saat di letakan di meja kita.




Derajat kemiringan keyboard juga bisa kita naikkan dengan me-lock keyboard feet pada posisi yang sesuai. Suatu fitur yang sangat standar dan sering dijumpai di keyboard manapun.

Kemiringan Normal

Kemiringan Dinaikan


Roccat Arvo dilengkapi dengan kabel USB sepanjang 197 cm dan berdiameter 3mm. Kabel memiliki kualitas yang cukup baik dan terlihat sturdy. Ujung kabel belum gold plated, tetapi sangat kokoh dan memiliki bentuk yang ergonomis untuk di copot/pasang.


===================================================================
Sekian review keyboard kali ini. Thank banget buat Leo untuk complete review Roccat Arvonya. :D See you next time!

Original Link


Sunday, 9 September 2012

Darksider 2 (2 discs)

Developer : Vigil Games
Publisher : THQ
Prequel : Darksider
Platform : PS3. Xbox360, PC
Release Date : 14th August 2012
Genre : RPG-Action, Hack-and-Slash
Official Website : -currently not available-













Latest release of Darksider series. The core gameplay is third person hack-and-slash action adventure filled with RPG element.
Darksiders II follows the exploits of DEATH, one of the four horsemen of the Apocalypse, in a weaving tale that runs parallel to the events in the original Darksiders game. This epic journey propels DEATH through various light and dark realms as he tries to redeem his brother WAR, the horseman who was blamed for prematurely starting the Apocalypse in Darksiders.

IGN Rating

7  |Presentation
The art style is fantastic and the storyline is engaging enough. Too bad the game suffers from so many random glitches.

7  |Graphics
Certain areas and characters shine, others look remarkably SD.

7.5|Sound
Some solid tracks here, but many are overused and occasionally out of place. More variety would have been much appreciated.

8  |Gameplay
The action is fun, even though the enemies and puzzles can be repetitive. The RPG elements are incredibly well-implemented.

7.5|Lasting Appeal
There's plenty to do, and certainly plenty of fun to be had, but it's all stretched thinly across a far too long adventure. Less would have been more, in this case.

Inventory

Weapon Themes

Nice graphic filled with death themed world